Perbedaan Oracle Instance pada Unix/Linux dengan Windows

Secara Konsep pada Oracle Database terdiri dari komponen Instance dan database. Pada tulisan berikut lebih menulis mengenai perbedaan Oracle Instance pada sistem operasi Unix/Linux dengan Windows.

Pada sistem operasi Unix/Linux dengan windows terdapat perbedaan pada adminitrasi INSTANCE Oracle.

  1. Pada server Oracle database yang berjalan pada sistem operasi Windows, terdapat SERVICE windows dan INSTANCE Oracle, sedangkan di Unix/Linux hanya INSTANCE Oracle.
  2. Pada sistem operasi Unix/Linux proses-proses INSTANCE berdiri sendiri (tidak menjadi child proses dari proses Oracle lain).# ps -ef|grep ora_

    ps-ef1
    Gambar 1. Proses Oracle pada Unix Solaris

    Pada sistem operasi Windows proses oracle memiliki 1 PID yang terdiri dari sub proses/thread. Pada windows jika kita perhatikan pada Windows Task Manager, untuk 1 INSTANCE Oracle akan terdapat 1 proses oracle.exe.task-manager1

    Gambar 2. Windows Task Manager

    Untuk melihat thread pada tools: All Program -> Oracle – OraDb10g_home -> Configuration And Migration Tools -> Adminitration Assistant for Windows.

    thread-oracle1

    Gambar 3. Oracle Thread (Windows)

  3. Pada sistem operasi windows untuk melakukan start INSTANCE dan open DATABASE didahului dengan start SERVICE windows hal ini berbeda dengan Oracle pada sistem operasi Unix/Linux yang tidak didahului dengan start SERVICE.
    Pada Oracle yang berjalan pada sistem operasi windows jika tidak melakukan start SERVICE maka akan terdapat pesan error.
  4. Secara default pada sistem operasi windows ketika create database dengan Database Configuration Assistant ( DBCA), baik SERVICE maupun INSTANCE akan start otomatis begitu juga dengan saat shutdown.
  5. Untuk melakukan konfigurasi start dan down, digunakan Oracle Adminitration Assistant for Windows.oracle-administration-assistant1
    Gambar 4. Oracle Administration Assitant for Windows
Advertisements

Oracle Backup And Recovery (User Managed)

Bakcup dan recover adalah hal yang wajib (mandatory) pada database produksi. Secara sederhana backup adalah menyalin/mengcopy data ke file lain atau lokasi lain.

Oracle database memiliki fitur backup dan recovery yang dibedakan menjadi User Managed dan RMAN.
Sebelum konsep RMAN dikembangkan lebih dulu dikenalkan backup dan recovery user managed.
Pada tulisan berikut dijelaskan mengenai User Managed Backup.

Close Backup
Backup database oracle dapat dilakukan saat database dalam state down.
Yaitu menyalin (mengcopy) semua file database (datafile, redo log, controlfile).

Dapat disebut consistent backup karena dibackup dalam keadaan database mati atau tidak ada transaksi database.

Open Backup
Open/Hot/inconsistent Backup yaitu backup yang dilakukan saat database open. Proses backup dilakukan sama dengan close backup hanya saja didahului dengan statement :

                   SQL> alter  database begin backup;

kemudian menyalin (mengcopy) semua file database (datafile, redo log, controlfile). Kemudian setelah proses menyalin selesai diakhiri dengan statement:

                  SQL> alter  database end backup;

Secara konsep ketika statement begin backup dilakukan, maka proses penulisan database dihentikan transaksi hanya dituliskan ke redo log dan archive log selama waktu penyalinan database. Dampaknya ketika database dalam status backup, performance database akan menjadi lambat. Untuk melakukan cek apakah sdang dalam status backup dapat melakukan query:

              SQL> select * from v$backup;

Dari konsep tersebut, maka untuk dapat melakukan open backup database harus dalam mode archivelog.

Oracle Dataguard

Dataguard adalah salah satu fitur solusi High Availaibility (HA) yang dimiliki Oracle. Secara road map Dataguard telah dikembangkan Oracle sejak rilis 7.3 dengan konsep Standby Database.

11gdgfunctional

 Sesuai arti kata dataguard (=menjaga data), dataguard lebih ditujukan untuk melindungi database. Secara konfigurasi dataguard terdapat database server utama (Primary) sebagai database operasional dan database standby. Jika terjadi Kegagalan pada Database utama, maka dapat failover ke database standby.

Konsep dataguard (sebelum 9i dikenal dengan standby database) pada awalnya berdasarkan dari konsep user managed BACKUP database dan RECOVER database. Yaitu melakukan full backup database ke site/server lain sebagai standby database diikuti dengan mengirimkan log (Log Shipping) dari Primary ke standby site dan pada standby site dilakukan Apply Log.

Sehingga jika telah memahami konsep BACKUP & RECOVERY database (bukan exp & imp), maka akan cukup mudah memahami konsep dataguard terutama Physical Standby database.


comparison
Dari konsep awal tersebut dikembangkan mulai dengan mengotomatiskan proses Apply, mengembangkan fitur gap resolver (jika standby tertinggal log, bisa karena shutdown atau karena koneksi putus), sampai dengan fitur Fast start failover.

dataguard

Dataguard dikembangkan dengan konsep AKTIF-PASIF, database utama aktif dan database standby pasif. Dalam perkembangannya pada Oracle 9i dikembangkan Logical standby database yang dapat AKTIF atau open READ-ONLY.  Selain kemampuan failover, juga dapat dilakukan skenario switchover ke database standby.
Dataguard Broker sudah mulai diperkenalkan di Oracle 9i. Statement-statement Dataguard dapat dengan lebih singkat dan mudah melalui datagaurd broker (DGMGRL)

Pada Oracle database 10g terdapat banyak fitur baru database, salah satunya adalah fitur flashback database. Oracle Dataguard 10g memanfaatkan fitur flashback tersebut untuk men”solve” masalah pada skenario failover, bahwa ex primary database yang sudah failover tidak bisa langsung bertindak sebagai standby database (harus dicreate ulang sebagai standby database). Fitur ini dikenal dengan Reinstanted. Idenya cukup sederhana hanya dengan melakukan flashback ke SCN sebelum terjadi failover maka ex Primary database telah siap sebagai standby database.
Sebelum adanya fitur ini, DBA biasanya merestore backup database sebelum SCN tersebut untuk menghindari membuat ulang standby database.

Selain itu pada Oracle Dataguard 10g telah mendukung fast-start failover. Dengan konsep observer sebagai server yang memonitor node-node dataguard. Jika terjadi fail pada Primary Database maka sesuai waktu yang telah dikonfigurasi pada observer, akan failover ke Standby database. Fitur ini cukup membantu DBA sehingga jika terjadi fail tidak memerlukan campur tangan DBA.

Pada Oracle 11g Physical Standby database dapat AKTIF open read only, dengan catatan terdapat optional license yang harus di”cover”.

 

Oracle Advance Replication

D

alam berbagai sistem aplikasi database, seringkali membutuhkan penerapan sistem replikasi data terutama untuk penerapan sistem dengan banyak lokasi terpisah. Replikasi dengan data yang terintegrasi menjadi alternatif pilihan disamping dengan sistem terpusat. Selain itu replikasi juga dapat memberikan keuntungan pada hal pembagian beban antara server di beberapa lokasi.

Teknologi replikasi telah menjadi fitur standar yang dimiliki oleh Oracle database sejak rilis 7.0 hingga rilis terakhir 11g dengan perkembangan yang semakin “mature”. Ada beberapa fitur Oracle database untuk memenuhi solusi replikasi yaitu: Advance Replication, Streams atau Dataguard.

( Dikutip dari Komputek Edisi 589 Minggu III September 2008, Solusi Replikasi Database Oracle )

Untuk memulai memahami dan menerapkan Oracle Advance Replication, setidaknya dibutuhkan pengetahuan Oracle mengenai : database user account, managing schema object (table, index, view) dan configuring Oracle Network environment.

Kemudian dapat memahami dan menerapkan topik berikut :
Basic Replication

  1. Materialized View (Mview)
  2. Database Link
  3. Refresh Group

Advance Replication

  1. Materialized View  (Mview) Replication
  2. Multimaster Replication
  3. Monitoring & Troubleshoot

Oracle Coretech Surabaya (OCS) One Day Seminar

Pada tanggal 30 Agustus 2008, Oracle Coretech Surabaya bekerja sama dengan PT. Temprina dan PT. Metrodata Electronics , Tbk mengadakan Seminar Oracle Advance Replication.

Oracle Advance Replication

Oracle Advance Replication

Pembicara dalam seminar kali ini adalah Bukhari Yahya, dari PT. TPS.

Dihadiri oleh 30 peserta , acara ini berlangsung interaktif , karena materi yang disajikanpun cukup berbobot. Oleh karena itu semua peserta yang hadir menginginkan acara seminar ini, dilanjutkan dengan diadakannya Workshop.

Bukhari Yahya

Bukhari Yahya

Tentunya dengan antusias peserta , menjadikan motivasi bagi pengurus untuk lebih aktif lagi dalam mengadakan acara-acara, sehingga apa yang menjadi dasar komunitas bisa dijalankan dengan konsisten

Dan berdasarkan hasil diskusi pengurus dan dengan bantuan dari rekan-rekan , jika tidak ada halangan Workshop akan diadakan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Penyerahan Doorprice

Penyerahan Doorprice

sumber : http://ocsurabaya.wordpress.com/2008/09/

Oracle Certified Professional (OCP)

Satu bulan setelah tersertifikasi Oracle Certified Associate (OCA), Oracle Certfied Professional (OCP) adalah rangkaian lanjutan untuk jalur sertifikasi ini. Setelah lulus ujian 1z0-043 “Oracle Database 10g:Administration II” dan kemudian melanjutkan dengan “hand on course requirement” saya telah resmi tersertifikasi OCP.
Tentunya pencapaian itu tidak membuat saya berpuas diri. Saya sudah mengambil ancang-ancang untuk mengambil rangkaian selanjutnya di sertifikasi Oracle atau sertifikasi untuk kompetensi lain sesuai rencana. Butuh kerja keras dan keseriusan.

Oracle Certified Associate (OCA)

Setelah lulus ujian 1z0-042 Oracle Database 10g Administrator I bertempat di Inixindo Surabaya sebagai salah satu penyedia test prometric maka saya resmi tersertifikat Oracle Certified Associate (OCA) 10g. Ujian tersebut merupakan rangkaian (path) awal untuk sertifikasi Oracle .
Terima kasih kepada pak Yudi Adicawarman dari Oracle Indonesia yang berkenan membantu dengan voucher promo exam. Setidaknya bisa mendapat harga khusus (diskon).
Sertifikasi Oracle Certified Associate (OCA) 10g ini juga seperti menjadi kado di hari ulang tahun saya

Maret 2008

Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir perjalanan karir saya (2005 – 2008), tanpa saya sadari pelatihan kompetensi dan sertifikasi internasional menjadi agenda yang cukup dominan. Tidak kurang 10 Pelatihan kompetensi dan 2 ujian sertifikasi dalam kurun waktu tersebut. Dan masih ada jadwal selanjutnya di tahun ini.
Maret 2008 ini sepertinya juga menjadi bulan yang cukup penuh dengan agenda pelatihan dan sertifikasi. Ada 3 (tiga) jadwal pelatihan kompetensi Teknologi Informasi (Oracle Database 10g: Dataguard Administation, Oracle TimesTen 7.0 IMDB, Cache Connect And Replication, Oracle Database 10g: Database Administrator 1 Workshop) dan 1 (satu) pelatihan manajemen (Effective Management And Leadership). Juga di bulan maret 2008, saya menjalani 2x ujian SUN certified System Administrator. Alhamdulillah saya “pass” dan telah tersertifikasi Internasional Sun Certified System Administrator (SCSA).

Just another nickname

Just another nickname…

= hanya nama julukan yang lain. Nickname atau a.k.a atau alias menjadi hal yang biasa dalam bersosialisai. Julukan menjadi tidak sekedar panggilan kecil atau panggilan akrab. Sifatnya sudah berkembang tidak hanya sekedar pada konotasi yang notabene hanya digunakan sebagai alias untuk pelaku kriminal. Faktanya julukan justru seringkali menjadi “personal brand” bagi profesional. Pada beberapa individu bahkan nickname atau nama julukan menjadi lebih dikenal daripada nama yang diberikan orang tua.
Julukan atau a.k.a seringkali muncul karena pemberian dari lingkungan terdekat bisa sahabat atau teman dekat. Pada beberapa komunitas, julukan menjadi hal yang wajib. Bergabung di komunitas berarti harus memiliki a.ka. yang pemberiannya seringkali melalui proses “baiat”. Bagi pecinta baller a.ka. atau nama alias adalah hal wajib untuk menunjukkan jati diri di kalangan komunitas ballers. Tak jarang julukan atau nama alias dibangun dan di buat sendiri oleh si empunya nama. Seperti kata pepatah nama adalah doa, seringkali penggunaan nama panggilan dengan tujuan tertentu juga mempertimbangkan hal-hal tersebut. Walau tidak jarang juga penggunaannya lebih “free” atau bersifat iseng.
Di dunia maya, nickname juga telah menjadi hal yang umum dengan berbagai “purpose” penggunaan nickname. Dari tujuan yang paling sederhana seperti menyembunyikan identitas asli sampai dengan tujuan yang lebih jauh ke arah “branding” dan “positioning”.

Saya sendiri, memiliki beberapa panggilan. Panggilan kecil saya adalah “yayak”. Baik keluarga maupun teman kecil biasa memanggil dengan nama itu. Beranjak di bangku Sekolah Dasar (SD), para guru di sekolah menggunakan nama depan saya sebagai nama panggilan (mungkin karena dalam pemanggilan untuk giliran maju ke depan kelas, seringkali menggunakan urutan abjad nama).

Ketika saya duduk di bangku perkuliahan, beberapa teman kuliah banyak yang memanggil dengan nama akhir saya. Walaupun ada satu orang di kampus yang enggan memanggil dengan nama akhir saya, karena nama kita sama… 🙂
Pada pertengahan kuliah, saya masuk dalam bidang studi dan bergabung di lab bidang studi tersebut. Di lab tersebut nickname adalah hal yang wajib diberikan bagi setiap anggotanya. Nama julukan tersebut, diberikan oleh senior dengan ritual khusus dan melalui proses pembaiatan. Dan nama panggilan tersebut menjadi identitas yang unik untuk lab itu sampai dengan ke akun akses komputer yang digunakan adalah dengan nickname itu. Nama julukan saya saat di lab adalah “meme”. Nama yang terdengar feminim (kala itu saya berambut panjang). Alhasil di kampus terutama di jurusan, saya lebih dikenal dengan panggilan ini. Dari rekan-rekan mahasiswa sampai dosen. Ada hal yang agak menggelikan ketika saya menjadi asisten praktikum, praktikan yang saya memanggil saya dengan panggilan mas meme…:).

s73py? Nama panggilan kah itu? ya, s73py berasal dari stepi. Julukan tersebut sebenarnya saya dapat saat saya duduk di bangku SMP. Read the rest of this entry »

“Mukadimah”

“MUKADIMAH….”

Every single thing in the world has a begining.
Our birth is beginning of our life in the world.
Even, not every creatures we know for sure how they start to exist…
People often to find out how’s the beginning?
When it started? where?

Boxing match should start when the bell is ringing at round one.
A great event commonly started with the big ceremony.
A couple held such a wedding ceremony follow by a wedding party as a symbol of their new journey.
We often ask to ourself, how it will end?
Should it ended? will it everlasting… so on ..
Nevertheless, Sometime you need a perfect start then you don’t have a courage to step forward…
Some other time, we didn’t realize we had step backward just because the delay.
Let’s face the world,
You have to start first… then there may have the end.
So, let the blog began!!!
You don’t have to be outstanding to start…
But you can start to be outstanding…